Automatic Lamp Circuit

Kali ini saya tampilkan rangkaian lampu otomatis buat dicobain. Rangkaian ini tidak sama dengan ‘rangkaian emergency light’ yang sudah kita bahas sebelumnya meskipun on-off-nya sama-sama bekerja secara otomatis tapi proyek kita kali ini bekerja berdasarkan kondisi gelap terang lingkungan sekitarnya. Contoh penerapannya adalah digunakan pada lampu taman yang akan menyala di malam hari dan padam pada saat siang hari dengan sendirinya (secara otomatis).
Komponen utama rangkaian lampu otomatis ini adalah LDR yang bekerja sebagai sensor cahaya serta 2 buah transistor NPN sebagai penggerak relay yang nantinya relay ini akan bisa digunakan untuk men-switch lampu utama dari tegangan jala-jala PLN.
Rangkaian ini cukup sederhana dan cocok buat yang baru belajar elektronika, hanya perlu berhati-hati jika nantinya ‘ujung panas’ relay disambungkan ke jaringan jala-jala PLN untuk men-switch lampu 220 Volt AC. ‘Sambungan panas’ relay perlu ditilik dengan lebih teliti agar tidak terjadi kebocoran arus dari tegangan tinggi tersebut.
Lebih jelasnya bisa langsung dilihat pada gambar rangkaian di atas. R1 adalah sebuah potensio meter (bisa juga menggunakan VR/ Variable Resistor) yang bisa diputar untuk mengatur kepekaan rangkaian terhadap cahaya. T1 dan T2 bekerja berlawanan, artinya jika T1 on (konduksi) maka T2 akan off dan sebaliknya.

Saat siang hari (cahaya terang), LDR menerima cahaya yang akan mengalirkan arus ke basis T1 dan membuat Transistor T1 konduksi. Ini akan membuat basis Transistor T2 ditarik ke rel negatif dan menjadi off, maka relay pun juga off. Pada kondisi gelap resistansi LDR akan berharga tinggi dan arus basis T1 menjadi rendah, maka T1 menjadi off. Kondisi ini mengakibatkan T2 mendapat arus panjar dari R4 yang cukup untuk konduksi, maka T2 on dan relay pun diaktifkan. Sederhana bukan?
Dioda D1 berfungsi untuk mengamankan T2 dari kerusakan akibat tegangan induksi yang dijangkitkan oleh kumparan relay. Untuk catu dayanya bisa menggunakan rangkaian catu daya yang ada di bawahnya itu. Sambungan LDR bisa menggunakan kabel dengan panjang yang cukup jika sensor cahayanya ini ingin diletakkan terpisah dari rangkaian. Atur kepekaannya sesuai yang diinginkan dengan memutar potensio meter R1.

Jangan lupa untuk memilih ukuran relay yang sesuai jika ingin digunakan untuk menggerakkan lampu konser 1000 watt, he-he-he!

 

(import from: https://cehaprecious.wordpress.com/)

Advertisements

Tags: , , ,

About Chaidir

Seorang Blogger yang memiliki minat di bidang Web, Design dan Entrepreneur. Saat ini sedang belajar sebagai operator di PT Indonesia Power.

One response to “Automatic Lamp Circuit”

  1. Anonymous says :

    om..saya mau tanya..ada 2 titik relay yg di beri tanda titik..kemanakah itu di sambungkan om ?trs relay nya ukuran brp kalo buat lampu rumah ?

Bagaimana Menurut Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: